POLUSI DI WILAYAH PESISIR ?
Indonesia adalah Negara yang kaya akan
Sumber Daya Alam( SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Tetapi Indonesia termaksud penyumbang sampah
plastik terbesar Ke-dua di dunia, 3,2 ton per tahun. Sampah plastik tidak hanya
di temukan di daratan tetapi di lautan juga. Indonesia memiliki populasi
pesisir sebesar 187,2 juta yang tiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah
plastik yang tak terkelolah dengan baik..
(sumber Foto: Emi adriani)
Sampah plastik yang tidak di kelolah dengan
baik semakin mengancam kelestarian ekosistem laut. Bukan hanya mengancam
ekosistem lautan, tetapi akan berdampak
pada Masyarakat Pesisir. Masih
banyak orang yang berfikir bahawa laut adalah tempat sampah besar atau tempat
sampah yang strategis tapi kenyataanya laut adalah sumber pangan yang paling
strategis. Wilayah pesisir memiliki kompleksitas isu, permasalahan, peluang dan
tantangan sendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya.
Polusi
laut akibat sampah plastik ini tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan,
tetapi juga merugikan dari sisi ekonomi serta kesehatan. Wilayah pesisir
merupakan salah satu dari lingkungan peraialan laut yang mudah terpengaruh
dengan adanya buangan limbah darat. Sebagian besar permasalahan lingkungan
menyebabkan kerusakan kawasan pesisir dan laut merupakan aktifitas di darat.
Pada sisi ekonomi masyarakat
pesisir yang mata pencarian utamanya adalah nelayan akan sulit mendapatkan ikan
di lautan dan untuk sektor pariwisata pantai atau laut akan mengurangi minat
pengunjung untuk datang berwisata karna sampah. pencemaran laut berdampak bagi
terumbu karang yang dimana manfaat terumbu karang sebagai penyangga daerah pantai.
Pada
sisi Kesehatan, sampah plastik atau hasil pencemaran yang di buang ke laut bisa
kembali hadir di atas piring kita apabila makanan laut dihidangkan
terkontaminasi oleh serpihan plastik dan racun. Karena sebagian besar hewan di
laut buta warna dan tidak dapat membedakan sampah dan makanan. Mereka lebih
menggunakan sensor perasa dibandingkan sensor visual seperti manusia.
Bahaya plastik
pada tubuh
1.
Menyebabkan
kanker
2.
Mengganggu
system saraf
3.
Depresi
4.
Pembengkakan
hati
5.
Gangguan
reproduksi
6.
Radang
paru-paru
Tumpukan sampah di wilayah
pesisir yang di biarkan akan memicu tercemarnya lingkungan hidup hewan ,manusia
dan tumbuhan. Tumpukan sampah juga akan menjadi tempat berkembang biak nya
vektor pembawa bakteri, virus atau penyakit. Tumpukan sampah sangat berdampak
pada kesehatan yang akan memicu penyakit pada manusia seperti, diare, disentri,
kudisan dan lain sebagainya.
(sumber Foto: You Tube “selamatkan laut kita dari sampah plastik”)
Sampah yang ada di wilayah
pesisir bukan 100% akibat perilaku masyarakat pesisir tetapi dari daratan yang
di bawa oleh arus muara dan dari hasil buangan sampah kapal. Dari sampah ini
sangat menganggu kenyamanan dan kesehatan. Maka dari itu mari “Stop Buang Sampah Di laut, lindungi Laut
dan wariskan untuk anak cucu kita kelak”
Cara mengurangi sampah plastik
dengan menggunakan produk ramah lingkungan seperti;
- Sedotan stainless
- Tas belanja terbuat dari anyaman
- Tidak menggunakan alat makan dan minuman sekali pakai
Walau kita sudah menghindari
pemakaian kantong plastik, tapi kenyataannya masih ada industriyang belum bisa
move on dari plastik. Tapi kita bisa menggunakan kembali sampah-sampah itu
dengan metode “Reuse” atau mendaur
ulang sampah karena sekarang banyak komunitas atau lembaga yang menerima
kemasan bekas untuk di daur ulang.

