Rabu, 11 Desember 2019

KESEHATAN MASYARAKAT

POLUSI DI WILAYAH PESISIR ?

Indonesia adalah Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam( SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).  Tetapi Indonesia termaksud penyumbang sampah plastik terbesar Ke-dua di dunia, 3,2 ton per tahun. Sampah plastik tidak hanya di temukan di daratan tetapi di lautan juga. Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang tiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelolah dengan baik..

(sumber Foto: Emi adriani)

Sampah plastik yang tidak di kelolah dengan baik semakin mengancam kelestarian ekosistem laut. Bukan hanya mengancam ekosistem lautan,  tetapi akan berdampak pada Masyarakat Pesisir. Masih banyak orang yang berfikir bahawa laut adalah tempat sampah besar atau tempat sampah yang strategis tapi kenyataanya laut adalah sumber pangan yang paling strategis. Wilayah pesisir memiliki kompleksitas isu, permasalahan, peluang dan tantangan sendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya.
          Polusi laut akibat sampah plastik ini tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, tetapi juga merugikan dari sisi ekonomi serta kesehatan. Wilayah pesisir merupakan salah satu dari lingkungan peraialan laut yang mudah terpengaruh dengan adanya buangan limbah darat. Sebagian besar permasalahan lingkungan menyebabkan kerusakan kawasan pesisir dan laut merupakan aktifitas di darat.
Pada sisi ekonomi masyarakat pesisir yang mata pencarian utamanya adalah nelayan akan sulit mendapatkan ikan di lautan dan untuk sektor pariwisata pantai atau laut akan mengurangi minat pengunjung untuk datang berwisata karna sampah. pencemaran laut berdampak bagi terumbu karang yang dimana manfaat terumbu karang  sebagai penyangga daerah pantai.
          Pada sisi Kesehatan, sampah plastik atau hasil pencemaran yang di buang ke laut bisa kembali hadir di atas piring kita apabila makanan laut dihidangkan terkontaminasi oleh serpihan plastik dan racun. Karena sebagian besar hewan di laut buta warna dan tidak dapat membedakan sampah dan makanan. Mereka lebih menggunakan sensor perasa dibandingkan sensor visual seperti manusia.

Bahaya plastik pada tubuh
1.   Menyebabkan kanker
2.   Mengganggu system saraf
3.   Depresi
4.   Pembengkakan hati
5.   Gangguan reproduksi
6.   Radang paru-paru

Tumpukan sampah di wilayah pesisir yang di biarkan akan memicu tercemarnya lingkungan hidup hewan ,manusia dan tumbuhan. Tumpukan sampah juga akan menjadi tempat berkembang biak nya vektor pembawa bakteri, virus atau penyakit. Tumpukan sampah sangat berdampak pada kesehatan yang akan memicu penyakit pada manusia seperti, diare, disentri, kudisan dan lain sebagainya.


(sumber Foto: You Tube “selamatkan laut kita dari sampah plastik”)

Sampah yang ada di wilayah pesisir bukan 100% akibat perilaku masyarakat pesisir tetapi dari daratan yang di bawa oleh arus muara dan dari hasil buangan sampah kapal. Dari sampah ini sangat menganggu kenyamanan dan kesehatan. Maka dari itu mari “Stop Buang Sampah Di laut, lindungi Laut dan wariskan untuk anak cucu kita kelak”

Cara mengurangi sampah plastik dengan menggunakan produk ramah lingkungan seperti;
  1. Sedotan stainless
  2. Tas belanja terbuat dari anyaman
  3. Tidak menggunakan alat makan dan minuman sekali pakai

Walau kita sudah menghindari pemakaian kantong plastik, tapi kenyataannya masih ada industriyang belum bisa move on dari plastik. Tapi kita bisa menggunakan kembali sampah-sampah itu dengan metode “Reuse” atau mendaur ulang sampah karena sekarang banyak komunitas atau lembaga yang menerima kemasan bekas untuk di daur ulang.